Agar Suami Makin Cinta (Part 2)

Agar Suami Makin Cinta (Part 2)
9. Taati inginnya selagi dalam ranah syar'í. Kita dan suami kita adalah makhluk asing sebelum kita menikah. Ia lahir dan besar dalam lingkungan yang berbeda dengan kita. Biasanya, seiring dengan waktu kita jadi tahu aslinya dia. Keinginannya, kesukaannya. Tak ada salahnya mengikuti apa yang jadi keinginannya. Ayah Naufa adalah asli Sumatra. Lahir dan besar di sungai penuh, kerinci-Jambi. Sementara aku, meski lahir dan besar di Lampung. Namun, aku adalah putri jawa aseli. Hehehe...

Awal-awal menikah dulu, aku sempet kerepotan soal makanan. Karna, aku paling nggak bisa makan pedasnya cabe, sementara beliau tidak bisa makan kalau nggak ada cabe. Aku paling hobby masak dengan gula khas orang jawa sementara beliau anti banget makanan manis. Bisa dibayangin kan betapa repotnya mengikuti keinginannya yang sangat berbeda dengan apa yang kita inginkan. Ikutin aja, repot dikit nggak papa lah.  Jadilah aku pada saat itu, masak dua menu makanan sekaligus. Resikonya, ya boros.

Nah... karena boros itu, lalu kami coba evaluasi diri. Berarti kami satu sama lain mesti saling menyesuaikan terkait menu masakan. Kalau sekarang? Aku dah bisa makan cabe dan dia juga nggak anti pati sama masakan khas jawa. Apalagi setelah lama tinggal di Surabaya.

10. Rendahkan suara di hadapannya. Suami sangat senang dengan istri yang lemah lembut. Sebaiknya volume suara kita tidak lebih tinggi dari suaranya. Tau nggak, meski suamiku adaalah orang sumatra asli, tapi dari sisi intonasi suara ia sangat lembut sekali. Sampai-sampai ibuku bilang “suara ayah Naufa itu lho nyaris tak terdengar” lebay.com

Beda banget dengan aku. Meski orang jawa, tapi logat sumatra plek nempel padaku. Suaraku nyaring kayak speaker. Dulu, kalau beliau bilang sesuatu, aku mesti minta beliau mengulanginya, saking lembutnya. Para suami suka dengan suara lembut istri. Bukan cecaran cerewet khas istri jutek. Karena seburuk-buruk suara adalah suara keledai.

11. Jadilah manager keuangan yang baik untuknya. Siapa sih yang nggak suka belanja. Kalau ada uang kayaknya rata-rata istri paling hobby dengan aktivitas satu ini, shopping. Namun, agar suami  makin cinta kita perlu mengatur keuangannya dengan sebaik-baiknya. Biar nggak besar pasak dari pada tiang. Apalagi besar hutang daripada pendapatan. Ia akan senang sekali kalau kita teliti dalam belanja. Beli sesuatu yang kita butuhkan saja bukan yang kita inginkan. Karena kebutuhan itu terbatas, sementra keinginan unlimitted. Prioritaskan kebutuhan, buat daftar belanja yang paling urgent. Nah sebisa mungkin kelola penghasilan keluarga dengan baik. Syukur-syukur bisa nabung untuk investasi. Waaah... si dia mesti makin cinta deeeh.

12. Mandirilah wahai para istri. Manja boleh, sesekali. Tapi kalo kelewatan manjanya, plis deh. Jadi nge bete in tau :D. Kalau kita bisa selesaikan pekerjaan tanpa bantuannya, maka kerjakanlah. Misal, membayar rekening listrik atau telfon. Atau daftarkan anak sekolah, dll.

13. Berhiaslah untuknya.  Jaman sekarang, banyak istri yang menor pas keluar rumah tapi kumuh di dalam rumah. Cantik di hadapan orang lain tapi awut-awutan di depan suami sendiri. Ampun deh... karenanya, berhiaslah hanya untuknya. Pakailah pakaian seksi CUMA dihadapannya. Pakailah wewangian untuk menyenangkannya, sekali lagi CUMA di dalam rumahnya. Sebab para suami mencintai istri yang terjaga kesuciannya. Yang malu jadi perhiasannya. Tutuplah aurat rapat-rapat jika diluar rumah.

14. Tersenyumlah untuknya. Selalu. Jika ia memandang istri, maka hiasilah wajah kita dengan senyuman tulus. Karena senyum adalah sedekah untuknya. Membinarkan hatinya, meluluhkan sifat kakunya. wajah jutek hanya akan membuatnya lari, mencari wajah teduh lain sebagai tempat berlabuh. hiks... tersenyumlah, kita akan semakin cantik dengan senyuman. dan cintanya akan tertambat kuat pada kita, istrinya.

15. Tutuplah aibnya rapat-rapat. Jangan sampai seorang istri membincangkan keburukan suami di hadaan orang lain. Entah teman-temannya, keluarga dan orang lain. Suami adalah pakaian istri, dan istri adalah pakaian suami. Pakaian berfungsi untuk menutup aurat rapat-rapat. Jika aibnya terbuka, maka terbukalah aib kita. Karenanya, jangan terbawa trend ibu-ibu yang justru ngerumpiin suaminya masing-masing.

16. Bersabarlah. Jika kita telah upayakan agar suami makin cinta namun ia tetap tak selembut dulu, tak seromantis dulu, bersabarlah... mungkin ia sedang menghadapi masalah besar dalam pekerjaannya. Di sinilah peran kita sebagai sahabat dekatnya. Sahabat yang baik tentu akan selalu membantu sahabatnya. Kesabaran kita sebagai istri akan semakin menumbuh suburkan benih cinta suami. Bersabarlah, karena beserta kesabaran ada cahaya terang. Dukung ia, dengarkan keluh-kesahnya, dan bisikan padanya “Sayang... bersabarlah, aku kan selalu ada disisimu”
mengutip gubahan Kang Ebit G Ade :

Cinta yang kuberi...
Setulus hatiku...
Entah yang kuterima
Aku tak peduli...
Aku tak peduli...

17. Doakan ia. Allahlah yang menjadikan cinta antara suami-istri. Mohonlah pada-Nya agar senantiasa menumbuh-suburkan cinta kita dengan suami. Allah lah yang membolak-balikkan hati seorang hamba. Kualitas hubungan kita dengan Allah akan berdampak pada kualitas hubungan kita dengan sesama manusia termasuk suami kita. Karenanya, jangan pernah meremehkan sebuah doa. Karena doa adalah pengharapan sejati seorang hamba.

Jadilah yang dirindukan teman.  "Sebaik-baik istri sholehah adalah jika ditatap menyenangkan, bila diperintah taat, dan jika suaminya pergi pandai menjaga kehormatan dan harta suaminya" (HR Abu Daud)

Nah... ini dia 17 tips agar suami makin cinta, moga bermanfaat ya... baca artikel sebelumnya [uni]
Penilaian: 

Related

Sakinah 8790050429181715399

Poskan Komentar Blogger Comments

  1. bagus artikelnya bun,. pengen jalani tips2 nya agar misua mkin cinta. hehe ������

    BalasHapus
  2. monggo dipraktekkan mba nisa, semoga selalu sakinah ya... ;)

    BalasHapus

emo-but-icon

Catatan Terbaru

Komentar Terbaru

Fans Page Facebook

item