Tips Memilih Rumah Kontrakan

Tips Memilih Rumah Kontrakan

Rumah Kontrakan Ideal susah carinya
Artikel ini sejatinya adalah kelanjutan dari artikel saya berjudul mendingan tinggal di perumahan atau di perkampungan ya? tips memilih rumah kontrakan ini saya buat berdasar pengalaman pribadi. Barangkali bisa bermanfaat buat anda yang baru akan memilih rumah kontrakan.

Pertama, pertimbangan harga. Sebelum mempertimbangkan faktor lain, menurut hemat saya, ada baiknya anda mengintip harga yang dibandrol untuk rumah kontrakan tersebut. Soalnya, kalau harganya selangit, sebagus dan seideal apapun rumah kontrakan tersebut, kita akan tetap dibuat gigit jari dengan perbedaan anggaran dan kenyataan. Pertama kali yang harus anda tanyakan pada pemilik kontrakan adalah berapa harganya.

Di kota-kota besar seperti Surabaya, biasanya harga sewa kontrak rumah beragam. Mulai dari angka 6 juta hingga 25 juta pertahun ada. Biasanya pemilik rumah kontrakan minta 2 tahun sekalian. Bagi anda yang baru saja menikah atau pindah kerja ke kota lain jangan tergesa membayar dua tahun sewa rumah di muka.

Ada baiknya anda mencari kos-kosan terlebih dahulu. Agar tidak menyesal. Soalnya mencari rumah kontrakan itu susah-susah gampang. Kalau kita kos dulu selama sebulan, kita punya banyak waktu luang untuk survey dan mencari serta mencocokkan dengan kriteria selanjutnya. Kalau tidak nyaman tinggal pindah cari yang lain.

Kalau sudah dibayar 2 tahun uang sewa di muka, ternyata nggak betah. Alamak… kasian nian. Karena biasanya uang kontrak tidak bisa dikembalikan dengan alasan apapun.
[next]
Kedua, pertimbangkan lokasi. Kompleks perumahan atau perkampungan. Setelah anda mengintip kedalaman kocek anda. Ada baiknya segera menetapkan keputusan. Mau tinggal di kompleks perumahan atau di perkampungan padat penduduk.

Sebagai pertimbangan, anda bisa membaca artikel saya dengan judul mending tinggal di perumahan atau di perkampungan ya? Saya tidak bisa memaksa anda untuk seide dengan saya. Silahkan tentukan pilihan sesuai kecenderungan anda. Yang jelas, masing-masing pilihan kita ada konsekuensinya. So… pertimbangkan yang matang deh.
[next]
Ketiga, pertimbangkan lingkungan Sosial. Janganlah anda mencari rumah kontrakan semata karena dekat dengan tempat kerja anda. Lingkungan sosial sangat penting untuk anda dan keluarga.  Jangan memilih rumah di dekat tempat lokalisasi pelacuran, perjudian, diskotek, panti pijat, warung remang-remang dan tempat-tempat maksiyat lainnya. Itu sungguh tidak baik untuk anda sekeluarga. Pelan tapi pasti anda dan anak-anak anda akan tercemari maksiyat yang ada disekitar rumah anda.
[next]
Keempat, pertimbangan tingkat kebisingan. Jangan memilih rumah kontrakan yang posisinya dekat dengan bengkel ataupun pasar. Anda bisa tidak tidur nyenyak dibuatnya. Selain juga polusi sampah dan asap yang membuat anda tidak akan nyaman.

Sebaliknya pilihlah rumah yang dekat dengan masjid. Agar ketenangan dan kenyamanan tidak sekedar datang dari keteraturan namun juga dari kedekatan dengan Allah. Rumah yang dekat dengan masjid akan menjadikan kita diingatkan untuk disiplin shalat 5 waktu. Belum lagi acara pengajian juga akan mudah terakses.
[next]
Kelima, Pertimbangkan keluarga anda. Buat anda yang baru menikah dan belum punya anak, tak mengapa menyewa satu paviliun atau bedeng atau rumah susun yang langsung kamar. Namun buat anda yang sudah beranak pinak, saya rasa tidak bijak memilih tempat tanpa kamar.

Setidaknya ada ruang tamu, kamar tidur dan dapur di dalam rumah. Agak miris dengan tata kota yang penuh sesak dipadati kos-kosan. Kamar berukuran 3 x 4 di huni oleh keluarga beranak 2.

Ya ampuun… bagaimanalah jika ingin berhajat biologis suami-istri. Mosok dilihat anak-anak. Ini jelas-jelas nggak syar’i.  Sayangnya pemerintah abai dan terkesan nggak care dengan tata kota. Cobalah sesekali anda kunjungi rumah susun atau kos-kosan di gang-gang sempit. Inilah cikal bakal yang melahirkan pergaulan yang kacau balau.
[next]
Keenam, pertimbangan kamar mandi. Nah, kalau faktor-faktor diatas sudah terpenuhi coba sekarang lihat lebih teliti kamar mandinya. apakah posisi kamar mandi di dalam atau di luar rumah. Saya sangat tidak menganjurkan mengambil rumah atau kos-kosan yang kamar mandinya ada di luar rumah. Ini sangat merepotkan. Apalagi jika anda masih punya balita.

Carilah rumah kontrakan yang kamar mandinya di dalam rumah. Cek juga kondisi kran air, apakah air dapat mengalir lancar. Bagaimana juga dengan pembuangan air. Apakah ada sumbatan di pipa pembuangan.

Soalnya pengalaman kami kontrak di perkampungan penduduk daerah gunug anyar tengah Surabaya, saluran pembuangan ternyata lebih rendah dari selokan. Sehingga kalau musim hujan, rumah tersebut banjir. Bukan dari luar tapi dari kamar mandi karna air hujan masuk lewat pipa pembuangan.

Pastikan juga bahwa kamar mandinya tidak lembab. Cari kamar mandi yang sudah di keramik semuanya. Agar mudah dalam membersihkan. Kamar mandi termasuk vital. Kalau kamar mandi kondisinya buruk, ini akan berpengaruh pada tingkat kesehatan anda dikemudian hari.
[next]
Ketujuh, pertimbangan air. Apakah memakai sanyo atau PDAM. Kalau pakai air sanyo, perhatikan juga kualitas airnya. Apakah mengandung logam berat atau tidak. Apakah berbau atau tidak. Jika kualitas airnya bagus, apakah volume air untuk kebutuhan sehari-hari mencukupi atau tidak. 

Sebaik apapun kondisi rumah dan lingkungan, semurah apapun harga sewa kontraknya kalau kebutuhan air sulit diakses, maka kehidupan kita di rumah tersebut benar-benar akan payah. Apalagi kalau sudah punya balita yang butuh air ekstra tentu saja.

Seminggu setelah pernikahan saya, suami mendapat tawaran tempat tinggal gratis. Rumah ayah angkatnya. Rumahnya bagus, besar, dengan perabotan komplit, indah, asri, dan jauh dari kebisingan. Cocok sekali untuk pengantin baru macam kami. Hehe… tapi satu kekurangannya, tak ada air.

Waktu itu musim kemarau. Sanyo hidup tapi tak mengalirkan air. Kalaulah mengalir, air di sumur kotor dan berkarat, sama sekali tak bersih.

Sementara air PDAM belum ada, karena lokasi yang agak terisolir. Minta ke para tetangga juga tidak mungkin, karena di samping kanan kiri, depan, belakang belum ada rumah tetangga. Yang ada hanya kebun melinjo yang ranum.

bersambung ke Tips menetapkan rumah sewaan yang nyaman

Related

Sakinah 2014296100902372764

Post a Comment

  1. Mantab tips nya.. nmbh wawasan bg yg berencana ngontrak perdana. tetapi smuanya ttp kmbali ke pasal 1 ya.. harga & dompet.

    ReplyDelete

emo-but-icon

Tulisan Unggulan

Sebulan Bisa Hafal Satu Juz?

Hafalan Al-Qur'an Yuuuk Saya memulai jadwal tahfidz harian ba'da shubuh. Saat suasana masih sangat tenang, Goma masih lelap ...

Catatan Terbaru

item